PENGGABUNGAN
METODE CERAMAH, MEDIA GAMBAR, DAN METODE BERTANYA DALAM PENYAMPAIAN MATERI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD/MI
Oleh : JUWAIRIAH
A.
Latar belakang
Wajah pendidikan masa dulu, kini, dan masa yang akan datang
tentu memiliki kebutuhan dan nuansa yang berbeda. Baik dari segi
fasilitas,sarana prasarana, serta teknik dan metode dalam belajar mengajar . Dari itu, dalam
menyampaikan pembelajaran harus juga disesuaikan dengan tuntutan zaman serta
kebutuhan pendidikan masa kini. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara proses
dengan tujuan pembelajaran tersebut.
Fenomena dan salah satu dilema pada dunia pendidikan masa kini ialah penggunaan metode
pembelajaran yang digunakan oleh guru
masih secara tradisional . Sehingga perkembangan serta
keberhasilan siswa dalam belajar masih jauh dari harapan dan tujuan pendidikan.
Misalnya, dalam menyampaikan materi pembelajaran berwudhu kepeda anak
didik yang hanya menggunakan metode
ceramah maka hasilnya tidak akan maksimal. Bahkan yang lebih mirisnya lagi
masih ada yang menggunakan sistem CBSA (
Catat Buku Sampai Habis ). Sehingga disini siswa maih sebagai objek pendidikan
saja. Sehingga kurang aktif dalam
keikutsertaan proses pembelajaran tersebut.
Oleh karena itu, saya disini mencoba memaparkan
bagaimana cara menggabungkan metode
ceramah, media gambar serta metode
bertanya dalam menyampaikan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di
tingkat SD/MI, khususnya dalam materi berwudhu. Agar penyampaian materi PAI tidak membosankan
bahkan menyenangkan bagi peserta didik
dan peserta didik dapat dengan ikhlas dan gembira dalam mengikuti pembelajaran
yang berlangsung sehingga mereka dapat menerima dan mengamalkan apa yang telah
mereka terima dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan pula. Serta dapat
mewujudkan pembelajaran yang efekti dan efisien.
B.
Identifikasi Masalah
Berdasrkan latar belakang
di atas, maka ada beberapa masalah yang diidentifikasi :
1) Siswa masih bersikap pasif dalam
pembelajaran
2) Hasil belajar yang dimiliki siswa
masih rendah
3) Kurangnya metode pembelajaran yang
diterapkan oleh guru untuk meningkatkan keaktifan serta keberhasilan belajar
siswa.
4) Guru masih menggunakan metode pembelajaran tradisional.
C.
Metode Pembelajaran Ceramah, Media
Gambar dan Metode Bertanya
1. Pengertian metode pembelajaran
2. Pengertian metode pembelajaran
Ceramah
3. Pengertian media gambar
4. Pengertian metode bertanya
D.
Langkah-langkah Penggabungan Metode
Ceramah, Media gambar dan metode Bertanya dalam pembelajaran
·
Guru
memulai pembelajaran dengan doa
·
Guru
menyampaikan judul materi yang akan di sampaikan
·
Guru
mulai memaparkan pokok-pokok materi
dengan metode ceramah
·
Guru
memberi contoh langsung tentang
pemaparan materi tersebut dalam bentuk gambar melalui media powerpoint.
·
Setelah
selesai guru memberi kesempatan kepada anak untuk bertanya tentang materi yang
telah disampaikan.
·
Guru
memberi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan terebut.
·
Beberapa
orang siswa di suruh untuk menyampaikan kesimpulan atas apa yang telah
disampaikan oleh guru.
·
Penutup.
E.
Kelebihan dan Kekurangan
Penggabungan Metode Ceramah, Media
Gambar dan Metode Bertanya dalam Penyampaian materi PAI di SD/MI
Kelebihannya adalah :
·
Suasana
kelas serta proses belajar mengajar akan menjadi lebih efektif dan tidak membosankan karena
penggabungan metode tersebut.
·
Suasana
kelas akan menjadi lebih hidup karena siswa berkesempatan untuk bertanya.
Sehingga siswa tidak hanya diam dan mendengarkan saja tetapi aktif dalam proses
pembelajaran.
·
Materi
yang disampaikan akan lebih mudah dipahami dan dicerna oleh anak karena adanya
gambar-gambar tentang materi tersebut dan biasanya anak setingkat SD/MI
menyukai sesuatu haly ang berkaitan dengan gambar sehingga pembelajaran menjadi
menarik.
Kekurangannya
adalah :
·
Tidak
semua siswa dapat menerima pelajaran atau materi yang disampaikan dengan penggabungan
metode ini, karena setiap siswa berbeda-beda. Ada yang mudah paham dengan
melalui media grafis,visual, audio atau mungkin audio-visual. Begitu juga
dengan metode ceramah, sebagian siswa merasa bosan.
Saran
·
Maka
dari itu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran harus pandai-pandai
menentukan strategi, metode media maupun model-model pembelajaran sehingga
pembelajaran tersebut dapat berjalan baik dan tercapai tujuannya.